INFISA Desak Presiden Jokowi Usut Tuntas Korupsi di BUMN Perinus

  • Whatsapp

Liputan-pmi.com, Jakarta – BUMN Perikanan saat ini sedang diterpa masalah mega korupsi. Adalah Perusahaan Perikanan Nusantara (Perinus) yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi pengadaan Keramba Jaring Apung (KJA) di Sabang, Nanggroe Aceh Darussalam. Korupsi sebesar Rp45.5 Miliar ini  melibatkan sementara ini mantan Direktur Utama PT. Perinus, Dendi yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Aceh.

Mengomentari prahara di Perinus, Sekretaris Jenderal Indonesian Fisherman Association (INFISA), Jamalauddin Suryahadikusuma, Jumat (30/8/2019) mendesak Presiden Jokowi agar melakukan usut tuntas dengan melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi di BUMN Perinus.

“Saya minta agar Presiden Jokowi segera melakukan pembenahan di kedua BUMN Perikanan yaitu Perinus dan Perindo karena banyak pejabatnya tidak memiliki kredebilitas untuk memimpin,” tegas Jamal.

Mantan Anggota Satgas TKI Terancam Hukuman Mati era Presiden SBY ini mengatakan, BUMN Perikanan selama ini tidak menunjukkan kinerja yang positif baik bagi peningkatan industri perikanan di Indonesia maupun bagi peningkatan kesejahteraan nelayan. Jadi wajar, jika Perinus menjadi sarang korupsi para pejabatnya karena mereka memang tidak mampu melakukan terobosan-terobosan.

Dia juga mengungkapkan, dari sisi anggota Dewan Pengurus BUMN Perikanan, memang diisi banyak pejabat lintas kementrian terkait di mana salah satunya adalah dari pejabat Kementrian Kelautan & Perikanan (KKP). Karena itu, Jamal juga meminta agar Kejati Aceh dan KPK juga meneliti sejauhmana ada dugaan keterlibatan para pejabat KKP dalam skandal korupsi Keramba Jaring Apung di Sabang.

Jamal menjelaskan, dibandingkan Vietnam yang luas lautnya kecil dan tidak sebanding dengan Indonesia, ekspor Vietnam menunjukkan angka yang jauh lebih besar dibandingkan Indonesia. Di sisi lain, China, BUMN-nya mampu membangun industri raksasa perikanan.

“Perinus dan Perindo hingga kini juga tidak memiliki kapal tangkap ikan yang canggih, besar dan modern. Wajar jika hasil tangkap ikannya kalah dengan Vietnam,” imbuhnya .

Karena itu, kata Jamal, INFISA bersama NGO-NGO lain akan mengawal kasus ini agar terang benderang siapa pejabat yang terlibat dalam skandal KJA Sabang.

“Kami berkepentingan agar Presiden memperhatikan kasus korupsi BUMN ini dan merombak jajaran pejabat yang tidak kredibel,” pungkasnya. (Red).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *