Sepanjang Tahun 2019, APJATI Hasilkan Remitansi 2019 Rp 218 Trilyun

  • Whatsapp


Liputan-pmi.com, Jakarta – Mayoritas penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) selama ini adalah melalui sektor swasta (private to private). Perusahaan swasta yang dikenal dengan Perusahaan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) merupakan institusi terbesar dalam menyumbangkan devisa ke negara setelah pemasukan negara dari sektor minyak dan gas bumi.

“Apjati akan terus membantu pemerintah dalam  menyumbangkan devisa melalui penempatan PMI yang terampil ke seluruh manca negara. Mengutip data Bank BRI sampai 2019 tercatat total volume transaksi remitansi sebesar Rp 218 triliun.  ” ujar Ketua Umum Apjati, Ayub Basalamah dalam kiriman rilisnya yang diterima redaksi, Sabtu I9/11/2019)
Menurut Ayub,  tantangan ekonomi Indonesia dalam lima tahun ke depan diakui cukup berat. Mengutip pendapat Kepala Ekonom IMF Gita Gopinath yang  sudah memperingatkan ekonomi dunia akan menghadapi masa ‘genting’ pada 2020 mendatang.

Kegentingan yang tersirat dalam update Outlook Ekonomi Dunia kuartalan  meramalkan ekonomi dunia pada tahun ini hanya akan menyentuh 3,2 persen, atau turun dibandingkan proyeksi April yang masih 3,3 persen.

Sementara itu untuk 2020, mereka meramalkan ekonomi dunia akan tumbuh 3,5 persen, lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya yang 3,6 persen.

Ayub menjelaskan, kelambanan pertumbuhan ekonomi dunia ini juga akan berimbas kepada Indonesia yang salah satunya ialah dalam hal penciptaan lapangan kerja di dalam negeri. Apalagi Indonesia juga mendapatkan Bonus Demografi yang diprediksi akan terjadi pada tahun 2020-2030. Yaitu adanya jumlah usia angkatan kerja (15-64 tahun) pada 2020-2030 akan mencapai 70 persen, sedangkan 30 persen adalah penduduk dengan usia non-produktif (di bawah 15 tahun dan diatas 65 tahun). Bila dilihat dari jumlahnya, penduduk usia produktif mencapai sekitar 180 juta, sementara penduduk non-produktif hanya 60 juta

Karena itu, lanjut Ayub tidak ada pilihan lain kecuali Apjati akan mendorong penyiapan PMI yang terampil dan memiliki kompetensi yang dibutuhkan para pengguna di luar negeri.

Kami memahami bahwa pidato Presiden Jokowi tentang perlunya bangsa ini menyiapkan agenda SDM unggul untuk bisa bersaing dengan negara-negara lain itu memang merupakan agenda yang kita persiapkan untuk 5 tahun ke depan.

Negeri Filipina, kata Ayub, mengandalkan pemasukan utama dari sektor Pekerja Migran yang memiliki kompetensi tinggi. Padahal, jumlah penduduknya lebih kecil dari Indonesia tetapi nilai remitansinya setahun 24 miliar dollar  AS sementara kita hanya 8,8 miliar dolar AS atau sekitar  Rp.127 Trilyun per tahun.

Ayub menambahkan, peningkatan remitansi ini berkaitan dengan PMI yang terampil, bersertifikat,  memiliki kemampuan bahasa di negara penempatan,  termasuk mampu berbahasa Inggris merupkan bonus utama bagi PMI.

Apjati memahami, bahwa sumber pemasukan dari bahan baku fosil tentu suatu saat akan habis. Karena itu, Apjati bersama stakeholder terkait terus mendorong pengembangan kompetensi PMI agar memiliki daya saya tinggi. Asumsinya, dengan  dengan jumlah pengiriman PMI yang besar seharusnya remitansi yang dihasilkan juga besar.

Pada saat bersamaan, lanjut Ayub, Apjati juga terus melakukan peningkatan kualitas PMI sektor domestik melalui  Sistem Penempatan Satu Kanal (SPSK) ke Arab Saudi yang akan segera berjalan dalam waktu dekat ini. Selama 5 tahun devisa kita dari Timur Tengah menurun drastin lantaran tidak ada penempatan PMI. Karena itu, dengan pembukaan pengiriman PMI ke Arab Saudi diharapkan akan meningkatkan remitansi  dari Arab Saui. Karena jika Arab Saudi saja sudah berjalan dengan baik maka seluruh negera Timur Tengah akan kami tempatkan melalui model SPSK. Selain itu, Apjati juga sedang menjalin kerjasama dengan negeri China  di sektor Awak Buah Kapal (ABK), perikanan dan sektor manufaktur lainnya.

“Galangan industri kapal perikanan laut China banyak membutuhkan ABK dan PMI di sektor manufacture pengolahan hasil ikan. Intinya, Apjati dalam 5 tahun ke depan akan terus membantu peningkatan remitansi kepada negara melalui penempatan PMI berkualitas, kompeten dan memiliki daya saing yang tinggi,” papar Ayub yang sudah mengutus delegasinya ke China beberapa waktu lalu.  (Red)



Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *