Tingkatkan SDM Petugas P3MI, Kemenaker Optimalisasi Pengetahuan Petugas Pendamping Antar Kerja SPKS Arab Saudi

  • Whatsapp

Surabaya, Apjatinews.id –  Kementerian Tenaga Kerja  terus berupaya untuk meningkatkan pengetahuan  Petugas Pendamping Antar Kerja Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang berada di seluruh Indonesia.

Apalagi dengan akan segera akan ditempatkannya PMI ke Arab Saudi melalui Sistem Penempatan Satau Kanal (SPSK), maka pengetahuan petugas P3MI menjadi keharusan mutlak.

Karena itu, Kemenaker selama 2 hari, Senin-Selasa 25-26 November 2019 memberikan pengetahuan kepada 54 Petugas Pendamping Antar Kerja yang berada di 4 Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Jasa Perusahaan Tenaga Kerja Indonesia (DPD APJATI) dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan NTB

­­Menurut Kasubdit Pemberdayaan  Pengantar Kerja Kemenaker, Junita Nainggolan, dalam penyampaian materinya mengatakan petugas P3MI harus paham betul pengetahuan antar kerja bagi Calon PMI maupun mantan PMI yang akan mengurus dokumen keberangkatan ke Arab Saudi melalui mekanisme  Sistem Penempatan Satu Kanal.

“Pengetahuan ini penting agar mereka bisa bekerja sesuai dengan ketentuan regulasi yang berlaku,” ujar Junita ketika memberi materi pada pada Bimbingan Teknis (Bimtek) Petugas Pendamping Antar Kerja Sistem Penempatan Satu Kanal (SPSK) Ke Arab Saudi di Hotel ZOOM, Surabaya, Selasa (26/11/2019).

Menurut Junita, pemahaman Petugas Pendamping Antar Kerja ini dilakukan agar tidak ada lagi PMI yang berangkat secara ilegal dan tidak berdokumen (undocumment).

“Keberadaan Petugas Pendamping Antar Kerja SPPK untuk menghindarkan para calon PMI/ Mantan PMI dari upaya-upaya penipuan calo-calo yang tidak bertanggung jawab,” katanya.

Berdasarkan Permen No. 07/MEN/IV/2008 tentang Penempatan Tenaga Kerja, Pengantar Kerja adalah pegawai negeri sipil yang memiliki keterampilan melakukan kegiatan antar kerja dan diangkat dalam jabatan fungsional oleh Menteri atau pejabat yang ditunjuk.

Tugasnya meliputi koordinasi antar instansi/lembaga baik pemerintah maupun swasta dalam hubungan kerjasama antar kerja, fasilitator pencari kerja dan dan perusahaan yang membutuhkan pekerja, membuat perencanaan tenaga kerja di daerah serta membimbing angkatan kerja agar mendapat pekerjaan yang sesuai baik di dalam maupun luar negeri.

Keberadaan petugas pengantar kerja, lanjutnya untuk meningkatkan pelayanan penempatan dan perlindungan TKI. Mereka akan membantu menangani permasalahan TKI sejak dari pra, masa dan purna penempatan.

“Pengantar kerja dilibatkan dalam melakukan pendaftaran, penyuluhan, seleksi bagi pencari kerja yang berminat bekerja di Luar Negeri, melakukan orientasi atau pembekalan pra pemberangkatan bagi calon TKI yang telah siap berangkat ke negara tujuan serta meneliti dan membina kelengkapan dokumen calon TKI dan Perusahaan yang melakukan penempatan calon TKI,” paparnya. (Zul)

Selanjutnya, tonton video di bawah ini:

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *