DPP BMMB Kawal Penanganan Kasus Dugaan PMI TPPO 3 Pemuda NTB ke Bareskrim

  • Whatsapp

Jakarta, Liputan-pmi.com – Tim Advokasi DPP Badan Musyawaran Masyarakat Bima (BMMB) Jakarta melaporkan dugaan adanya indikasi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dalam penempatan Pekerja Migran Indonesia secara non prosedural/perseorangan kepada 3 pemuda asal Bima, NTB, yaitu Afnah di Suriah, Mardiana di Iraq dan Syafruddin di Taiwan.

“DPP BMMB melaporkan kepada Satgas TPPO Dit Tipidum Bareskrim Polri atas indikasi adanya TPPO 3 Pemuda NTB. Upaya penempatan ini melanggar Pasal 81 UU RI nomor 18/2017 Junto Pasal 2 UU 21/2007,” ujar Ketua Umum BMMB Syarif Hidayat, SH. MH., di Jakarta, Selasa (3/11/2019).

Turut mendampingi, Wakil Ketua Umum BMMB, AKBP Ruslan Idris, S.Sos, MH., Yusri Albima yang dikenal sebagai aktivis Pegiat Peduli PMI (Wakil Ketua Umum Garda BMI) dan pendiri DPN AMBI (Angkatan Muda Bima).

Menurut Syarif. pihaknya akan terus mengawal 3 kasus PMI TPPO dengan melakukan upaya yang terbaik untuk masyarakat Bima di Jabodetabek khususnya, termasuk juga memberikan atensi dan bantuan advokasi untuk warga Bima di Luar Negeri.

Selain itu, lanjut Syarif, kasus ini juga mendapatkan perhatian dari anggota DPR RI dari Partai PAN, Rudhy, yang telah berkomunikasi langsung dengan Perwakilan Pemerintah RI di Suriah, Bahgdad, dan Taiwan.

Di tempat yang sama, Ruslan menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi intens dengan rekan-rekan Penyidik di Satgas TPPO Dit. Tipidum Bareskrim Polri agar permasalahan 3 warga Bima di Luar Negeri tertangani dengan baik sehingga para terduga pelaku tindak pidana dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Sementara Yusri Albima menegaskan bahwa dirinya bersama Rudhy telah berkomunikasi intens dengan Perwakilan Dit. PWNI & BHI Kemlu RI di KDEI Taiwan, juga dengan KBRI Damaskus dan KBRI Bagdad.

“Alhamdulillah  berkat bantuan Bang Rudhy yang menelpon Dubes RI untuk Bagdad Iraq, saudari Mardiana sudah diselamatkan dan diamankan KBRI Bagdad. Sedangkan saudari Afnah masih dalam pantauan KBRI Damaskus,” katanya.

Sedangkan untuk Syafruddin, sambung Yusri, Dit. PWNI & BHI Kemlu RI telah menyampaikan surat kepada Pemprov NTB dan Pemda Bima.

“Saya, hampir setiap hari berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Direktur PWNI dan BHI terkait ketiga warga Bima tersebut, termasuk juga inisiatif pelaporan ke Bareskrim Polri adalah hasil koordinasi dengan Pak Direktur,” tandas pria asal Bima yang tinggal di Jakarta ini. (Zul)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *