Menaker Harapkan Sinergitas Perlindungan Penempatan PMI dengan APJATI Ditingkatkan  

  • Whatsapp

Jakarta, Apjatinews.id – Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziah mengharapkan sinergitas yang telah terbangun selama ini antara Kementrian Tenaga Kerja dengan  Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) terus ditingkatkan guna memperkuat peningkatan kualitas PMI yang akan ditempatkan sekaligus meningkatkan  perlindungannya. 
 
Pernyataan Menaker itu disampaikan ketika menerima kunjungan kerja Ketua Umum APJATI, Ayub Basalamah didampingi Sekjen, Kausar Tanjung dan jajaran pengurus DPP APJATI di kantor Kemenaker, Jakarta, Jumat (6/12/2019).

“Saya senang menerima kehadiran Ketua Umum Apjati dan jajaran pengurus  dan mendiskusikan sinergitas antara pemerintah bersama swasta dalam penempatan dan perlindungan Pekerja Migran sesuai dengan UU No. 18 Tahun 2017,”  ujar Ida Fauziah seperti dikatakan ulang Ketua Umum APJATI, Ayub Basalamah kepada redaksi, Sabtu Pagi (7/12/2019).

Kehadiran Ketum APJATI Ayub Basalamah bersama DPP APJATI ini merupakan silaturahmi pertama ke ibu Menaker RI. Dalam pertemuan itu, Menaker didampingi Plt. Dirjen Binapenta dan PKK, Aris Wahyudi, Direktur Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri Eva Trisiana, dan staf khusus Kemenaker RI ibu Hindun.

Dalam kesempatan itu, Ketum APJATI menyampaikan Program Kerjanya dan meminta arahan  sekaligus memberikan masukan kepada ibu menaker pertama perempuan tentang situasi dan kondisi beberapa negara penempatan.  

Kepada Bu Menaker, Ketua Umum APJATI mengatakan organisasinya ini berdiri sejak tahun 1982 dan saat ini sudah memiliki gedung sendiri di Jalan Buncit Raya, letaknya persis di depan kantor Imigrasi, Jakarta Selatan.

Dalam paparannya, Ayub menjelaskan sejumlah persoalan aktual yang berkembang saat ini seperti carut marut penempatan PMI non prosedural ke negara Singapura dan China yang memerlukan segera intervensi pemerintah untuk  membicarakan dengan pemerintah kedua negara. Selain itu juga dilaporkan persiapan program Sistem Penempatan Satu Kanal (SPSK) ke Arab Saudi, perlindungan khusus di luar mekanisme BPJS dan pengembangan Sistem komputerisasi dalam  mendeteksi dini alur proses migrasi yang aman bagi PMI serta soal penambahan setoran depositi P3MI sebesar Rp1 Miliar.

Ayub menjelaskan, negeri Tirai Bambu saat ini ternyata membutuhkan ribuan permintaan  PMI skill di sektor manufaktur dan perikanan, dan awak buah kapal (ABK).  

APJATI telah  mengagendakan serius permintaan pengguna di China. Pasalnya,  pesaing kita yaitu negeri seperti Vietnam dan Kamboja ternyata telah lebih dulu menempatkan pekerjanya ke China.

“Bersama pemerintah, APJATI ingin membenahi tata kelola dan tata niaga penempatan PMI ke China agar tidak ada lagi PMI yang ditempatkan secara nonprosedural,” tegasnya. 

Ayub menambahkan, untuk program SPSK ke Arab Saudi, pihaknya bekerjasama dengan kemenaker dan Disnaker Pemprov Jatim baru-baru ini telah mengadakan Bimbingan Teknis bagi 54 Petugas P3MI yang akan melakukan sosialisasi terkait penempatan PMI ke Saudi Arabia.

Mengomentari paparan Ketum APJATI, Menaker Ida mengatakan, bahwa pemerintah  terus berupaya agar PMI yang ditempatkan itu nanti bisa hidup lebih sejahtera dan mendapatkan hak-haknya. Karena itu, pemerintah akan terus meningkatkan kemampuan Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN) di daerah guna memastikan PMI yang akan ditempatkan itu telah mendapatkan pelatihan yang cukup dan dibuktikan dengan sertifikasi di bidangnya masing-masing.

“Kami mengharapkan agar APJATI bisa bersama-sama dengan pemerintah bersergi dalam meningkatkan perlindungan secara menyeluruh dari hilir sampai hulu. Pemerintah  sebagai tempat pelayanan masyarakat bukan apa-apa tanpa bersinegi dengan swasta,” imbuhnya

Menaker memahami, bahwa perlindungan PMI itu berkaitan erat dengan kompetensi yang dimillikinya. Dengan memiliki kompetensi maka PMI akan terhindar dari persoalan dalam pekerjaannya (human error).  Karena itu, pemerintah mengapresiasi program APJATI dalam mendirikan 2 lembaga baru yaitu Service Center bagi pelayanan perlindungan PMI dan Media Center melalui publikasi apjatinews.di yang diharapkan mampu untuk  mengedukasi publik terkait berita-berita PMI.

“Kami berharap sinergitas pemerintah dan swasta ini akan mampu meningkatkan kualitas perlindungan PMI sekaligus martabatnya,” pungkasnya. (Zul)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *