Job Fair Bandung, Sekjen APJATI Apresiasi Program Jabar Migran Service Center

  • Whatsapp

Bandung, Apjatinews.id – Asosiasi Penempatan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) mengapresiasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertran) Provinsi Jawa Barat yang mengembangkan layanan Jabar Migran Service Center bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Jawa Barat.

“Program Jabar Migran Service Center Pemprov Jabar ini menyediakan Big Data baik bagi peluang kerja maupun layanan perlindungan bagi para Calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jabar. Kami berharap program bernasis online ini bisa menginspirasi pemerintah daerah lain agar memudahkan pelayanan terhadap PMI,” ujar Sekjen Apjati Kausar Tanjung ditemui di sela-sela Job Fair Milineal yang diadakan di  Halaman Kantor Disnakertrans Provinsi Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Rabu (11/12/2019).

Turut mendampingi Sekjen Apjati pada Job Fair yang digelar selama dua hari, Rabu dan Kamis, 11-12  Desember 2019 ini yaitu pengurus DPD APJATI Jabar, Zaenuri dan Erwin, 2 petugas IT yang menginput data para pencari kerja dari PMI, Dedy Setyawan dan Dedik Afriyanto, pimpinan P3MI yang ikut Job Fair, Pimpinan Daerah PT. Bumi Bursa Usaha Migran Indonesia (PT. BUMI), dan para petugas para Petugas Pendamping Antar Kerja yang mengikuti Bimtek di Surabaya beberapa waktu lalu.

Menurut Kausar, keikutsertaan APJATI pada Job Fair ini merupakan partisipasi yang kedua kalinya setelah Job Fair di Malang. Kami terus berupaya untuk mensosialisasikan Sistem Penempatan Satu Kanal (SPSK) ke Arab Saudi kepada para pencari kerja di Bandung.  

“Kehadiran kami selama 2 hari di Job Fair Bandung ini untuk mensosialisasikan sistem baru penempatan Pekerja Migran Indonesia ke Arab Saudi yaitu melalui Sistem Penempatan Satu Kanal. Melalui sosialisasi ini kami mengharapkan para pencari kerja dari PMI akan terhindar dari proses penempatan yang nonprosedural,” ujar Kausar.  

Kausar menjelaskan, bahwa ­­­­aturan SPSK itu mengikuti Kepmenaker Nomor 291 Tahun 2018 yaitu berisi tentang Pedoman Pelaksanaan Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia di Kerajaan Arab Saudi Melalui Sistem Penempatan Satu Kanal.

“Kami ingin menginformasikan kepada masyarakat bahwa penempatan PMI sektor perempuan ke Arab Saudi harus melalui program SPSK. Program ini merupakan alternatif terbaik untuk melindungi penempatan PMI ke Arab Saudi,” paparnya.

Menurut dia,  kelebihan program ini sebagaimana tercantum dalam kesepakatan adalah status pekerja migran yang tidak lagi sebagai pekerja domestik berkontrak dengan perseorangan namun berkontrak dengan perusahaan yang disebut syarikah, tidak dipungut biaya penempatan (zero cost), peningkatan kompetensi dan kualitas melalui pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan demand, pembayaran gaji yang transparan melalui rekening bank (sehingga akan meminimalisir kasus gaji tidak dibayar), hak jam kerja juga libur kepada pekerja migran termasuk juga di dalamnya pendapatan yang lebih besar dari yang selama ini didapatkan.

Kausar menambahkan, Indonesia sebagai  negara yang banyak mendapatkan benefit dari para pahlawan devisa, menyambut baik inisiatif ini dengan mendukung terlaksananya program SPSK sebagai upaya menekan proses unprosedural, transparansi informasi serta optimalisasi perlindungan, melalui kolaborasi dengan APJATI yang akan melakukan pengawasan tata niaga dari para perusahaan pelaku penempatan pekerja migran.

“Kami mengharapkan penempatan SPSK ini mampu mengakhiri  ribuan penempatan PMI   oleh mafia PMI melalui jalur-jalur unprosedural yang telah dilakukan  8 tahun era Moratorium.  Karena itu, sistem ini harus arus dilihat sebagai upaya pemerintah untuk menyelamatkan penempatan PMI dari tindak perdagangan orang (trafficking).

Stand APJATI selain menyediakan informasi kerja melalui skema SPSK juga membawa ratusan lowongan pekerja dari P3MI di sektor perawat di Jerman, sektor manufaktur di Polandia, dan Arab Saudi.

“Saya tertarik untuk mencari peluang kerja sebagai supir di Arab Saudi,” ujar pria asal kota Bandung yang tidak mau disebutkan namanya. (Zul).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *