Job Fair Milineal 2019, Pemprov Jabar Sediakan Ribuan Lowongan Kerja Dalam dan Luar Negeri

  • Whatsapp

Bandung, Apjatinews.id – Ribuan kesempatan kerja ditawarkan Disnaker Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Barat pada perhelatan job fair di Halaman Kantor Disnakertrans Provinsi Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung.

Job fair yang digelar dua hari, 11-12 Desember 2019 ini diikuti 35 perusahaan lokal, nasional dan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI).

“Pemprov Jabar siapkan 1.318 lowongan pekerjaan untuk 119 jabatan. Ribuan lowongan pekerjaan itu berasal dari 10 bidang usaha. Selain itu juga ada ratusan lowongan ke luar negeri,” ujar Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Jabar M Ade Afriandi ketika membuka Job Fair Milineal di Bandung, Rabu (11/12/2019).

Hadir pada Job Fair ini, Sekjen APJATI, Kausar Tanjung, pengurus DPD  Apjati Jawa Barat, Zainuri dan Erwin.

Menurut Ade,  Job fair Milineal tahun ini menyediakan lowongan pekerjaan dibuka bagi lulusan tingkat SMP hingga S1 berbagai jurusan.

Mengutip data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat yang merilis angka ketenagakerjaan per Agustus 2019, Ade mengatakan bahwa . Angkatan kerja di Jabar mencapai 23,8 juta orang. Daur jumlah itu, 21,9 juta orang telah bekerja dan 1,9 juta menganggur.

Masih adanya angka pengangguran di Jabar menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah. Ada saatnya pengangguran di Jabar turun pada awal 2019. Tetapi pada November 2019, pengangguran kembali naik,” imbuhnya.

Ade mengatakan, bahwa populasi penduduk Jabar itu 20% dari penduduk nasional. Tingkat upah di Jabar pun sangat tinggi, misalnya di Karawang yang mencapai Rp4,59 juta. Industri di Jabar pun beragam, berbeda dengan provinsi lain. Artinya banyak faktor penyebab fluktuasi pengangguran ini,” katanya.

Karena itu, melalui Job Fair Milineal ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berusaha agar angka pengangguran dapat ditekan. Tujuannya, agar sekat antara lukisan pendidikan dengan industri tidak terlalu besar.

“Kami ingin jangan lagi ada gap. Caranya, kami persiapkan balai latihan kerja, dengan merevitalisasi BLK. Karena lulusan BLK yang terserap industri hanya 30%. Ini menjadi tantangan kita ke depan,” beber dia.

“Revitalisasi kurikulum dan instruktur BLK akan dilakukan, link dan match juga kita persiapkan,” tambahnya.

Terkait perbaikan layanan kepada para pencari kerja, Disnakertrans saat ini terus melakukan upaya untuk mengubah mindset aparatur negara di lingkungan pemerintahan. Targetnya, membuat inovasi baru, menyesuaikan kebutuhan zaman.

Kemudian membuat Smart Nakertrans, yang target utamanya membuat data ketenagakerjaan di Jabar.

Setelah itu, program Jabar Migran Service Center yang menyediakan layanan bagi para pencari kerja yang mau bekerja ke luar negeri melalui prosedur yang legal dan aman perlindungannya. Artinya, semua peluang di luar negeri akan dimanfaatkan secara tersentral. Big data ini sedang kita susun bersama dengan stake holder terkait.

“Job fair ke depan juga tidak akan bertatap muka langsung. Pencari kerja nanti tinggal memanfaatkan handphone. Job fair digelar secara online dan bisa jadi digelar setiap hari,” papar Ade.

Usai membuka Job Fair, Kadisnakertrans menyempatkan diri untuk mendatangi stand satu persatu. Pak Kadis juga menyempatkan mendatangi stand APJATI dan dan berdialog dengan para pencari kerja yang memadati stand APJATI. (Zul).


Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *