Komisi IX DPR RI Minta BPJS Naker Berikan Perlindungan Jamsos Terhadap PMI

  • Whatsapp

Jakarta ApjatiNews – DPR RI berharap ada teroboan baru untuk melindungi para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar Negeri.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan, pemerintah saat ini perlu adanya terobosan dalam melindungi PMI di luar negeri.
Menurutnya, saat ini masih saja terjadi masalah yang menimpa PMI di luar negeri.
Untuk itu, lanjut Melki, perlu ada terobosan guna memberikan perlindungan jaminan sosial kepada PMI oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan bersama Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).
Selain itu, lanjut Melki, perlu juga ada langkah strategis dalam menghadapi perkembangan revolusi industri 4.0 dan era digitalisasi.
“Upaya perlindungan bagi pekerja juga perlu dilakukan BPJS Ketengakerjaan bersama BP2MI,” tandas legislator dapil Nusa Tenggara Timur II
Melki melanjutkan, selain perlindungan pihaknya juga meminta BPJS Ketenagakerjaan meningkatkan pelatihan vokasi bagi PMI baik di dalam maupun di luar negeri.
“Pelatihan vokasi bagi para pekerja di dalam maupun di luar negeri perlu ditingkatkan yang diarahkan pada bidang yang menjadi prioritas berdasarkan kebutuhan dan karakteristik setiap negara serta mempersiapkan perluasan program-program kepada keluarga peserta,” katanya.
Dalam kesempatan itu, politis Partai Golkar ini juga menambahkan, guna memberikan perlindungan dan melakukan langkah preventif terhadap PMI yang berada di negara-negara terdampak positif 2019-nCoV, Komisi IX DPR RI mendesak BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan bantuan masker kepada PMI.
Komisi IX DPR RI juga meminta BPJS Ketengakerjaan untuk bekerja sama dengan Komisi IX dalam pelaksaan kegiatan sosialisasi perlindungan PMI baik di dalam maupun luar negeri dan program pemberdayaan PMI dalam hal pengembangan desa kantong-kantong PMI, literasi keuangan dan pelatihan vokasi. (bal)

Foto Ist

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *