Ini Dia Catatan Imbas Lockdown Saudi bagi PMI

  • Whatsapp

Saudi, Apjatinews.id– lockdown atau pemberlakukan jam malam untuk penanggulangan Virus Covid-19 yang diberlakukan Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia, akan berimbas kepada kondisi ekonomi dan keuangan. Hal ini pun akan berdampak pula kepada Pekerja Migran Indonesia baik formal maupun Penata Laksana Rumah Tangga di Saudi Arabia.

Sebagian Pekerja Migran Indonesia sektor formal telah dirumahkan oleh Perusahaan. Tentu akan berimbas kepada penundaan gaji, hal ini pun akan dialami oleh Pekerja Migran Indonesia sektor Penata Laksana Rumah Tangga.

Ramida Muhammad, Ketua POSPERTKI (Posko Perjuangan TKI) mengungkapkan, sudah ada sebagian Pekerja Migran Indonesia mengalami kesulitan keuangan untuk membayar kontrakan dan penyediaan logistik seperti makanan dan minuman. “Dampak ini lebih dirasakan oleh Pekerja Migran Indonesia yang bekerja di sektor formal dan harian atau jam – jaman,” ujarnya.

Dengan situasi dan kondisi seperti ini dikarenakan akan berdampak kepada segi ekonomi, ada sebagian PMI pun yang ingin pulang atau dipulangkan ke Indonesia. Tentunya hal yang membuat sedih, untuk sementara waktu kita tidak dapat melakukan ibadah umroh dan ziarah ke Masjid Nabawi.

Oleh karena itu, perlu ada persiapan antisipasi dari Pemerintah Indonesia untuk Pekerja Migran Indonesia di Saudi Arabia bila kebijakan lockdown atau pemberlakuan jam malam tersebut berkepanjangan.

Sejak 27 Februari 2020 dalam penanggulangan Virus Covid-19, Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia telah menerbitkan kebijakan penangguhan beberapa kegiatan, pembatasan waktu aktifitas, larangan sholat berjama’ah, larangan keluar masuk lintas kota atau district, hingga waktu larangan keluar rumah. Hanya beberapa kantor Pemerintah serta swasta, Pabrik, Toko, Apotik, Restoran, dan Super Market yang masih beraktifitas. Hal itu pun tetap dengan adanya pembatasan serta standar kegiatan.

Serta, untuk beberapa kota dan district telah diterapkan lockdown selama 24 jam.

Berdasarkan data pada tanggal 31 Maret 2020, jumlah kasus positif virus corona (Covid-19) di Saudi Arabia sebanyak 1,563 orang, 165 sembuh, dan 10 meninggal. Dari jumlah tersebut terdapat 6 Pekerja Migran Indonesia yang terjangkit virus corona (Covid-19).

Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia pun telah membebaskan biaya rumah sakit untuk perawatan pasien virus corona (Covid-19). Kebijakan tersebut berlaku bagi warga Saudi Arabia maupun penduduk asing tanpa terkecuali.

Informasi terakhir, Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia pada tanggal 31 Maret 2020 membuka kembali bagi penduduk Makkah untuk pelaksanaan Thawaf di Masjidil Haram di lantai dasar. Hanya saja pelaksanaan tersebut dibatasi untuk 50 orang dengan pembagian group. (Sharif).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *