Webinar PMI, Apjati Kawal Percepatan Pencabutan Kepmen 151

  • Whatsapp

Jakarta, Apjatinews.id – Desakan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) agar pemerintah segera mencabut Kepmen 151 tentang Penutupan Sementara Penempatan PMI ke negara terpapar Covid-19 mengemuka pada kegiatan Webinar Meeting yang diadakan Direktorat PPTKLN Kemenaker dengan tiga asosiasi P3MI.

Rapat dengan agenda persiapan penempatan pekerja Migran pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru (New Formal) dibuka oleh Direktur PPTKLN Kemenaker, Eva Tristiana. Dalam sambutannya, Eva mengatakan bahwa terus berkomitmen untuk melindungi PMI dan juga melindungi P3MI.

“Kami ingin agar P3MI jangan sampai menerima kerugian akibat PMI terpapar Covid-19,” ujar Eva di Jakarta, Jumat (24/7/2020).

Eva menambahkan, penempatan kembali PMI ini harus melalui tahapan protokal kesehatan. Hal ini penting agar kita jangan terkesan mengeskpor Covid-19 melalui penempatan PMI. Karenanya, kita bersama BP2MI telah membuat Roadmap penempatan PMI di era New Normal.

“Kami telah rapat dengan Gugus Tugas, Kemenko Perekonomian, dengan Disnaker daerah, perwakilan luar negeri, P3MI, Asosiasi Penempatan P3MI yang menyatakan siap penempatan kembali. Namun, tetap semua itu harus menunggu Kepmen beserta pedoman ditandatangani Bu Menteri,” ujarnya.

Mengomentari pertemuan ini, Sekjen Apjati, Kausar N. Tanjung mengatakan sudah saatnya pemerintah mencabut Kepmen 151.

“Kita setuju dengan penempatan secara bertahap secara bertahap terhadap negara yang sudah siap seperti Taiwan dan Hongkong,” ujar Kausar.

Penempatan PMI memang memerlukan adanya test Swab/ PCR. Apjati telah memutuskan bahwa biaya tes Swab/ PCR itu dan juga Karantina tidak boleh dibebankan kepada PMI melainkan kepada pengguna di luar negeri.

“Kami juga mengharapkan agar pemerintah melakukan Relaksasi Kepmen 151 untuk Singapore,” imbuhnya.

Terkait PMI yang meninggal akibat Covid-19 di luar negeri, Kausar mempertanyakan tentang Kremasi diberlakukan di Hongkong dan Taiwan,. “Kami minta perlindungan P3MI apabila ada yang meninggal akibat Covid-19 ini,” paparnya.

Apjati juga menyoroti soal aturan jam besuk bagi keluarga Calon PMI dan meminta aturan seperti apa. Ini penting karena Apjati tidak mau dianggap seolah-lah ada penyekapan, dll. “Kami juga ingin melindungi P3MI. Termasuk BLK dan PAP, Apjati juga berharap bisa dilakukan secara On Line untuk menghindari penularan Covid 19,” pungkas. (z)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *