Bahas Agenda Penempatan, Apjati Silaturahmi Ke Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta

  • Whatsapp

Jakarta, Apjatinews.id – Perdana Menteri Tan Sri Muhyiddin Yassin mengumumkan larangan masuk bagi warga asing ke Malaysia guna menghindari penularan Covid-19 dari luar negeri. Kebijakan status lockdown negeri Jiran yang sudah dilonggarkan dengan menerapkan Recovery Movement Control Order (RMCO) sejak 7 Juni hingga 31 Desember mendatang itu berdampak luas bagi pekerja Migran Indonesia.

Selain PMI, larangan RMCO itu berlaku bagi pemegang izin tinggal jangka panjang, pelajar, ekspatriat, penduduk tetap, anggota keluarga atau mereka yang memiliki pasangan warga Malaysia di Indonesia, dan peserta program Malaysia Rumah Kedua Ku.

Sembari mengantisipasi kemungkinan Malaysia membuka kembali penempatan PMI, sejumlah pengurus Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) yang dipimpin Ketua Umum Apjati, Ayub Basalamah, mengadakan silaturahmi dengan Duta Besar Malaysia, Datuk Zainal Abidin Bakar di kantor Kedutaan di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Turut mendampingi Ketua Apjati yaitu Sekjen Apjati, Kausar N. Tanjung, Ketua Divisi Malaysia, Titin, Sekretaris Divisi, Yudi, dan Pimpinan Redaksi Media Apjatinews.id, Zulfikri D. Jacub.

Menurut Ayub, sejumlah agenda dibahas dalam pertemuan yang berlangsung bersahabat itu. Ayub mengatakan, bahwa sebagai satu-satunya mitra utama pemerintah, Apjati berkepentingan untuk membahas sejumlah agenda terkait persiapan kembali masuknya PMI ke Malaysia.

“Tujuan kami menemui Duta Besar Malaysia yaitu untuk menjajaki sejumlah agenda penempatan PMI sembari memberi masukan kepada Pak Dubes terkait sudah berakhirnya agenda kerjasama Bilateral penempatan antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Malaysia,” ujar Ayub di Jakarta, Kamis (17/9/2020).

Menurut Ayub, pihaknya memahami bahwa alasan pemerintah Malaysia menutup diri dari dunia luar yaitu lantaran khawatir dampak masuknya Pandemi Covid-19 dari pendatang yang masuk ke Malaysia.

’’Kita memahami kebijakan RMCO ini adalah kewenangan Malaysia demi kepentingan nasionalnya,” imbuh Ayub.

“Ke depan, tata kelola penempatan harus lebih melindungi PMI baik di dalam maupun di luar negeri berbasis kompetensi, terkonsolidasi, terkoordinasi, dan terdata serta mengikuti protokol kesehatan” paparnya.

Pada kesempatan itu, Ketua Umum Apjati meminta mengungdang Dubes Zaina untuk Hadir pada Munas Apjati pada bulan November mendatang dan permintaan itu langsung dijawab Dubes Zainal dengan kesediaan untuk hadir jika tidak ada halangan.

Kepada Redaksi Apjatinews.id, Dubes Zainal mengapresiasi Apjati yang telah banyak melakukan terobosan terkait peningkatan kompetensi PMI yang akan ditempatkan ke Malaysia.

“Kami memang membutuhkan PMI dari anggota Apjati yang terampil dan memiliki skill sesuai yang diminta pengguna di Malaysia,” pungkas Dubes. Zainal. (Zul)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *