Dubes Qatar Harapkan Apjati Jadi Motor Penggerak Tempatkan Tenaga Kerja Formal di Qatar

  • Whatsapp

Jakarta, Apjatinews.id – Penempatan Duta Besar Indonesia untuk negara sahabat merupakan kepentingan nasional.

Hal itu di katakan Duta Besar Indonesia untuk negara Qatar, Ridwan Hasan yang baru dilantik oleh Presiden Jokowi yang mana usai melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Tenaga Kerja Indonesia (Apjati), Ayub Basalamah di kantor Apjati Jakarta, Selasa (22/9/2020)

Turut mendampingi Ayub. Sekjen, Kausar N. Tanjung, dan Ketua Divisi Qatar, Dedi Rizaldi.

“Pemerintah Republik Indonesia yakni Presiden Jokowi memberikan amanah kepada kami sebagai salah seorang Duta Besar Indonesia di negara Qatar. Hal ini tak bisa dilepaskan dari kepentingan nasional,” ujarnya.

Dijelaskan, hubungan bilateral ini merupakan salah satu kepentingan nasional dan pilar diplomasi kita. Dia menyebutkan, adanya diplomasi ekonomi dan di dalam diplomasi ekononi tidak bisa dilepaskan dengan diplomasi yang berkaitan dengan perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) dan badan hukum Indonesia.

Tentu saja, menurut Dubes, diplomasi secara keseluruhan kedutaan besar dan jajarannya tidak bisa dilepaskan dari diplomasi yang lebih luas yaitu proteksi terhadap kepentingan nasional kita.

“Relevansi dengan apa yang kita bicarakan dengan Ketua Umum Apjati, diplomasi ekononi dan diplomasi perlindungan, bagaimana kita memajukan kepentingan ekonomi Indonesia di negara sahabat, apakah itu di bidang perdagangan investasi di bidang jasa-jasa termasuk mengenai kesempatan bekerja,” jelasnya.

Tentu saja kesempatan bekerja ini, lanjut Dubes, ibarat dua sisi mata uang, diplomasi ekonomi sama diplomasi perlindungan, di mana kita menciptakan kesempatan bekerja dari warga negara kita yang bekerja di luar negeri dengan baik sesuai prosedur yang ada dan terlindungi dan bisa berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi.

“Mereka menghasilkan income, mengirimkan devisa buat negara ini. Ini akan berdapampak bagi perekonomian pedesaan,” imbuh Ridwan.

Disinggung soal diplomasi tenaga kerja, mantan konjen Indonesia untuk Dubai itu menjelaskan, kita berbicara dari dua sisi. Pertama, di mana sisi domestik kita kan ada undang-undang yang tentu masih banyak membutuhkan penyempurnaan, dan kedua, kami juga akan melihat mengenai aturan aturan yang berlaku dan peluang yang ada di negara sahabat.

Sementara ini, yang kita ketahui, kata Dubes, di Qatar, kehadiran pekerja Indonesia cukup lumayan, artinya dari segi jumlah dan sebaran dari pekerja informal dan pekerja formal, bahkan pekerja formal bahkan bisa melebihi dari pekerja yang informal.

“Saya rasa ini hal yang sangat bagus sekali. Mudah-mudahan ini bisa menjadi area kerja yang sama sama bisa kita kembangkan kemitraan antara pemerintah dengan pelaku usaha termasuk Apjati,” harap Dubes.

Sementara itu, Ketua Apjati Ayub Basalamah sangat merespon langkah Dubes Indonesia untuk Qatar terhadap kerja sama dibidang tenaga kerja.

“Program-program Pak Dubes ini menjadi penyemangat kami di Apjati, “tandas Ayub.

Dijelaskan, Negara Qatar adalah salah satu negara yang banyak membutuhkan tenaga kerja formal.

Dihadapan Dubes, Ayub menyampaikan, mungkin akan ada banyak peluang- peluang yang bisa diraih, dan memang ada banyak anak-anak Indonesia yang bekerja di sana (Qatar-red) sekitar 15 ribu hingga 20 ribu dan itu tidak sedikit.

Dalam pertemuan itu, Ketua Apjati dan Dubes membahas bagaimana membuat suatu metode atau sistem model yang mana anak-anak Indonesia yang terampil itu ada di Qatar sebanyak mungkin.

“Dubes berharap, apjati menjadi salah satu motor pengerak di Indonesia dalam menempatkan tenaga tenaga yang benar-benar berkompetensi khususnya pekerja migran formal. (iky)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *