Buron 2 Tahun, Terpidana Penyalur TKI Ilegal Ditangkap

  • Whatsapp

Karanganyar, Apjatinews.id  – Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar menangkap terpidana kasus penyaluran TKI ilegal yang buron selama dua tahun. Terpidana atas nama Hermawan alias Alan ini ditangkap tim tangkap buronan (tabur) kejaksaan di kontrakannya di Kota Malang, Jawa Timur.

“Jadi sebetulnya putusan ini sudah tahun 2018, tapi ternyata keberadaan tersangka yang beralamat di Karangpandan itu ternyata sudah berpindah,” ujar Kasi Intel Kejari Karanganyar Nur Solikhin saat dihubungi detikcom, Selasa (13/10/2020).

Dikutip dari laman detik.com, Nur melanjutkan, berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA), Hermawan diputus bersalah melakukan pengiriman TKI tanpa izin ke luar negeri dan dijatuhi hukuman satu tahun penjara pada 26 September 2018. Putusan MA itu menguatkan putusan Pengadilan Tinggi Semarang tanggal 12 Oktober 2017.

“Untuk melaksanakan putusan tersebut, tentunya kami berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung untuk mengetahui keberadaan terpidana ini,” lanjut Nur.

Tim Kejari Karanganyar, lanjutnya, kemudian berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil untuk mendapatkan informasi terkait identitas pelaku termasuk Nomor Induk Kependudukannya (NIK). Berbekal informasi ini, petugas berhasil melacak keberadaan terpidana di Kota Malang.

“Jadi sejak 2018, yang bersangkutan pindah ke Perum Citra Grand. Tapi setelah kita lakukan pencarian di sana, ternyata yang bersangkutan sudah pindah lagi,” terangnya.

Tim tabur Kejari Karanganyar kemudian berkoordinasi dengan Kejati Jawa Timur dan Kejari Kota Malang untuk melacak keberadaan pelaku. Hasilnya, pelaku diketahui mengontrak sebuah rumah di Perum Puncak Buring Indah, Kelurahan Buring, Kecamatan Kedung Kandang, Kota Malang.

“Kamis (8/10) malam kita temukan rumah kediaman terpidana beserta keluarganya. Namun ternyata informasi dari warga sekitar, terpidana sedang pergi beserta seluruh keluarga jam 14.00 WIB siang harinya,” paparnya.

Nur melanjutkan, tim Kejari Karanganyar kemudian terus mengintai rumah terpidana. Hingga Hermawan beserta keluarganya, pulang ke rumah tersebut pada Sabtu (10/10).

“Kita tidak sia-siakan kesempatan itu, kita koordinasi dengan tim intelejen Kejari Malang untuk segera mengamankan terpidana tersebut dengan didampingi anggota kepolisian Polsek Belimbing,” terang Nur.

Terpidana Hermawan, paparnya, ditangkap tanpa perlawanan sekitar pukul 18.00 WIB. Petugas kemudian membawa Hermawan ke kantor Kejari Kota Malang untuk dilakukan identifikasi.

“Setelah kita pastikan identitas memang benar yang bersangkutan yang kita cari, terpidana kita bawa ke Kejari Karanganyar,” urainya.

Sempat menjalani tes kesehatan dan rapid test, Hermawan menginap semalam di tahanan Polres Karanganyar. Saat ini, Hermawan sudah dieksekusi ke Rutan Surakarta.

“Hari Senin kemarin kita eksekusi ke Rutan Solo,” imbuhnya.

Nur menerangkan, kasus penyaluran TKI ilegal ini sendiri terjadi pada tahun 2017 lalu. Hermawan menggunakan rumahnya di Desa Karangpandan, Kecamatan Karangpandan, untuk merekrut dan menampung tenaga kerja wanita yang akan dikirimkan ke Singapura.

“Jadi yang bersangkutan sempat menjadi kepala cabang di sebuah perusahaan penyalur TKI pada tahun 2011 hingga 2013. Tapi setelah berhenti dari perusahaan itu, dia nekat menyalurkan TKW secara ilegal,” terang Nur.

Nur melanjutkan, tim Kejari Karanganyar kemudian terus mengintai rumah terpidana. Hingga Hermawan beserta keluarganya, pulang ke rumah tersebut pada Sabtu (10/10).

“Kita tidak sia-siakan kesempatan itu, kita koordinasi dengan tim intelejen Kejari Malang untuk segera mengamankan terpidana tersebut dengan didampingi anggota kepolisian Polsek Belimbing,” terang Nur.

Terpidana Hermawan, paparnya, ditangkap tanpa perlawanan sekitar pukul 18.00 WIB. Petugas kemudian membawa Hermawan ke kantor Kejari Kota Malang untuk dilakukan identifikasi.

“Setelah kita pastikan identitas memang benar yang bersangkutan yang kita cari, terpidana kita bawa ke Kejari Karanganyar,” urainya.

Sempat menjalani tes kesehatan dan rapid test, Hermawan menginap semalam di tahanan Polres Karanganyar. Saat ini, Hermawan sudah dieksekusi ke Rutan Surakarta.

“Hari Senin kemarin kita eksekusi ke Rutan Solo,” imbuhnya.

Nur menerangkan, kasus penyaluran TKI ilegal ini sendiri terjadi pada tahun 2017 lalu. Hermawan menggunakan rumahnya di Desa Karangpandan, Kecamatan Karangpandan, untuk merekrut dan menampung tenaga kerja wanita yang akan dikirimkan ke Singapura.

“Jadi yang bersangkutan sempat menjadi kepala cabang di sebuah perusahaan penyalur TKI pada tahun 2011 hingga 2013. Tapi setelah berhenti dari perusahaan itu, dia nekat menyalurkan TKW secara ilegal,” terang Nur. (red)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *