Kunjungan Kerja ke Dubai, Kepala BP2MI Jajaki Peluang Kerja Perawat di Rumah Sakit

  • Whatsapp

Dubai, Apjatinews.id – Untuk meningkatkan pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan membuka peluang kerja baru, Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani melakukan kunjungan kerja perdana ke Dubai dan Abu Dhabi, pada tanggal 1 – 3 November 2020.

Setelah tiba di Dubai, Minggu (1/11), seperti diberitakan bp2mi.go.id, Selasa (2/11), Kepala BP2MI langsung bertemu dengan General Director Iranian Hospital di Dubai, Dr. Parveez Afshaar, untuk menjajaki peluang kerja bagi PMI sebagai perawat Rumah Sakit tersebut.

“Saat ini sudah ada sekitar 4 orang perawat dari Indonesia yang bekerja di Rumah Sakit tersebut. Perawat dari Indonesia ini mempunyai kapasitas dan kemampuan yang cukup baik, bahkan juga taat beribadah. Perawat dari Indonesia ini dikenal sebagai pekerja yang ulet dan tangguh, sehingga tidak hanya dianggap sebagai pekerja di rumah sakit, tetapi juga sebagai anggota keluarga,” jelas Dr. Parveez Afshaar.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BP2MI sangat antusias dan berharap adanya kemungkinan lebih banyak lagi penempatan PMI perawat ke Rumah Sakit tersebut.

Bahkan Kepala BP2MI yang didampingi oleh Duta Besar RI di Abudhabi, Husin Bagis, sempat menemui beberapa perawat dari Indonesia yang telah lama bekerja di Dubai dan memperoleh gaji yang cukup mapan yaitu sekitar10.000 Dirham. Kepala BP2MI menyampaikan harapan adanya promosi dari para perawat tersebut. 

“Saya berharap, perawat Indonesia yang sudah lama bekerja di Dubai ini dapat mempromosikan perawat-perawat dari Indonesia, sehingga dapat menarik tenaga-tenaga perawat dari Indonesia yang mempunyai kemampuan profesional yang baik, sehingga mereka juga dapat bekerja di Dubai dan sukses seperti kalian,” imbuh Benny.


Berdialog dengan PMI di Shelter KJRI Dubai

Masih di hari yang sama, Kepala BP2MI mengunjungi shelter KJRI Dubai yang langsung diterima oleh Konsulat Jenderal RI di Dubai, Ridwan Hassan. Ridwan menjelaskan jumlah PMI di Dubai saat ini tercatat ada 50-60 ribu orang, namun dalam kenyataannya jumlah tersebut bisa mencapai 100-200 ribu orang lebih, karena banyaknya PMI nonprosedural yang bekerja di Dubai.

“Hal ini yang menjadi concern saya, agar ada langkah-langkah yang konkrit untuk mencegah pengiriman PMI nonprosedural yang dilakukan oleh sindikat pengiriman ilegal PMI ke Dubai dan Abu Dhabi, serta secara umum ke negara-negara Timur Tengah. Apalagi hingga saat ini, moratorium penempatan PMI sektor domestik ke negara Timur Tengah masih belum dicabut. Inilah yang harus ditangani secara bersama antara perwakilan RI di negara Timur Tengah dan Pemerintah pusat secara serius,” papar Benny.

Dalam kesempatan tersebut, Benny juga berdialog secara langsung dengan 75 PMI yang berada di shelter, yang didominasi PMI sektor informal yang ditempatkan secara ilegal ke Dubai. Bahkan ada salah satu PMI yang tengah memiliki bayi, yang belum lama ini harus melahirkan di Shelter Dubai.

“Jika kejahatan sindikat pengiriman ilegal PMI ini terus dibiarkan, maka Pemerintah lah yang akan terus menjadi pemadam kebakaran. Untuk itu  ini menjadi concern yang utama bagi BP2MI, karena masih maraknya pengiriman PMI secara ilegal,” tegas Benny.

Saat berada di KJRI Dubai, Kepala BP2MI juga turut terlibat secara langsung dalam penyelesaian masalah antara PMI dan majikannya, yakni menuntut hak-haknya apalabila PMI tersebut harus mengakhiri kontrak kerjanya. “Ini adalah bentuk keberpihakan pemerintah dan bentuk kehadiran negara terhadap masalah yang dihadapi oleh PMI,” ujarnya.*** (Humas/SD)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *