Taiwan Literature Award for Migrants (TLAM) 2020

  • Whatsapp

Sebuah ajang penghargaan sastra bergengsi untuk para buruh migran

Taiwan, Apjatinews.id – Peristiwa penganugrahan Penghargaan Sastra Taiwan untuk Migran (Taiwan Literature Award for Migrants – TLAM) 2020 diadakan pada 1 November 2020 bertempat di Pelabuhan Ikan Nanfangao, Kota Suao, Taiwan. Penganugrahan tersebut dilaksanakan sembari memeringati setahun terjadinya tragedi robohnya Jembatan Nanfangao yang merenggut nyawa pekerja migran ABK dari Indonesia dan Filipina.

Rombongan kami bertolak dari Kota Taipei – ibukota Taiwan – menuju Kota Yilan sekitar pukul 08.30 waktu setempat. Sepanjang perjalanan, saya dan Mba Etik Juwita – salah seorang peserta yang mendapat juara – bercerita bagaimana menggeluti dunia menulis di tengah kesibukan bekerja di negeri orang. Kami memiliki kesamaan, terbawa suasana jika membahas tentang anak dam keluarga. Mungkin ikatan batin seorang ibu kepada buah hati, atau insting wanita pengurai diksi.

Tepat pukul 11.00, upacara penghargaan pun dimulai. Pertama, acara dibuka dengan sambutan yang disampaikan oleh Mr. Zhan Zhen, Direktur Pegatron – sponsorship perhelatan sastra migran yang bergengsi ini. Beliau selaku penggagas perlombaan, dalam sambutannya mengatakan bahwa TLAM telah banyak melahirkan banyak karya yang menceritakan kehidupan para pekerja migran, baik dari Indonesia, Vietnam, dan Filipina, maupun Thailand. Seperti kita ketahui, TLAM juga diikuti oleh pekerja migran dari Hong Kong, dan Makau.

Meskipun bertepatan dengan tahun ke-7, TLAM merupakan perlombaan terakhir karena tahun depan ditiadakan. Momen ini merupakan closing manis bagi pekerja perempuan Indonesia karena berhasil memboyong empat penghargaan dengan perolehan double trophy oleh saya dan Tari Sasha.

Rasa haru menyeruak, bulir bening berdesak-desak ketika video dokumenter “Janji Dimasa Pandemi” tampil dilayar LED TV saat upacara penghargaan berlangsung. Akhirnya air mata pun pecah di saat saya menyampaikan pidato.

Saya tidak tahu harus berkata apa? Dada terasa sesak. Rasa bahagia, haru menjadi satu. Dua hari lalu, putra saya berulang tahun dan saya belum bisa hadir di sampingnya untuk meniup lilin, serta mengucapkan selamat ulang tahun padanya. Semua terjadi karena terhalang pandemi sehingga tidak dapat cuti. Jadi, trophy ini adalah kado spesialku untuknya.

Suasana mendadak hening sekejab. Beberapa juri dan perempuan yang hadir turut luruh dalam suasana haru  saat pembawa acara menyodorkan tisu untukku. Kuturuni panggung kehormatan yang disambut dengan ucapan selamat dari Mr dan MRs. Zhang, dewan juri, dan tamu undangan lainnya.

Suasana mendadak hening sekejab. Beberapa juri dan perempuan yang hadir turut luruh dalam suasana haru  saat pembawa acara menyodorkan tisu untukku. Kuturuni panggung kehormatan yang disambut dengan ucapan selamat dari Mr dan MRs. Zhang, dewan juri, dan tamu undangan lainnya.

Foto para pemenang TLAM 2020, dewan juri, dan sponsor (sumber: koleksi pribadi)

Mereka berkata, ”Ucapkan selamat ulang tahun dari kami, untuk putramu. Pasti dia bangga dengan kado yang diberikan ibunya.”

Selamat kepada seluruh pemenang TLAM 2020. Terima kasih kepada semua penyelenggara, serta dukungan dari sahabat, guru, dan keluarga tercinta.

Nanfangao, Kota Yilan, Taiwan

01 November 202

Penulis adalah seorang buruh migran asal Kabupaten Lampung Timur yang kini sedang bekerja di Taiwan.

Editor: JHK

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *