Kepala BP2MI Lepas Pekerja Migran Program SSW ke Jepang

  • Whatsapp

Jakarta, Apjatinews.id – Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) melepas sebanyak 15 calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) program Specified Skilled Worker (SSW). Para CPMI yang merupakan siswa dari Education Center PT Jaya Global tersebut akan bekerja di panti lansia Tokyo, Jepang.

Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakan, penguatan skema Penempatan, salah satunya dengan meningkatkan jumlah PMI yang terampil dan profesional di pemberi kerja berbadan hukum adalah salah satu dari 9 program prioritas BP2MI periode 2020-2024;

“Saya mengucapkan selamat kepada para CPMI yang telah berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun mempersiapkan dirinya di pendidikan formal maupun informal untuk meningkatkan kompetensinnya sehingga dapat bersaing dan terpilih menjadi pekerja migran, pekerja global yang butuh kemampuan beradaptasi dan resiliensi tinggi,” ujarnya Benny saat melepas 15 CPMI di Swiss Bell Hotel Jakarta, Selasa 8/12.

Selain berhati-hati, Benny berpesan, agar CPMI dapat menggunakan penghasilannya sebaik mungkin. Sedapat mungkin ditabung, dan diinvestasikan untuk keluarga yang ditinggalkan di kampung halaman.
Pemerintah terus membantu memfasilitasi, untuk mewujudkan kesejahteraan keluarga melalui program-program pemberdayaan dengan kerja sama dengan BUMN milik pemerintah.

“Para CPMI dapat mewujudkan “Pergi Migran, Pulang Juragan”. Saya mohon agar membawa diri baik-baik, pelajari dengan baik budaya dan kebiasaan di negara penempatan, yang kadang berbeda di negara kita. Bekerja dengan sebaik-baiknya. Mohon untuk mengabarkan bahwa Indonesia negara yang indah, negara yang ramah. Pekerja Migran adalah Duta Wisata Indonesia yang mampu mengabarkan tentang hal-hal baik tentang Indonesia,” ucapnya.

Benny memastikan, Pekerja Migran Juga memiliki jaminan sosial, lengkap dokumennya. Sebelum berangkat, perlu mengikuti orientasi pra pemberangkatan (OPP) agar benar-benar siap bekerja di luar negeri secara lahir batin.

“Ketika sudah sampai di luar negeri juga lupa melapor kepada Perwakilan. Bila memiliki waktu luang, ikutilah program-program pemberdayaan yang dapat meningkatkan keahlian. Tujuannya untuk mematangkan rencana berwirausaha atau bekerja produktif. Maka penting bagi PMI untuk terdata di kami dan melapor ke Perwakilan RI setibanya di Jepang.” ucapnya. (Red)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *