Ketum Apjati Ajak Pengurus Baru Perluas Penempatan PMI ke Mancanegara

  • Whatsapp

Jakarta, Apjatinews.id –  Perluasan penempatan  Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke negara seperti Jepang, Eropa, dan Selandia Baru yang sudah berjalan selama ini agar terus ditingkatkan penempatannya.

Pada saat yang sama penempatan ke wilayah-wilayah lama sepert Timur Tengah yang saat ini masih banyak yang tertutup lantaran masih adanya penyebaran virus Covid-19 harus terus didorong dan dikomunikasikan ke negara pengguna bahwa kualitas PMI yang kita tempatkan sudah melalui tahapan ketat prosedur kesehatan sesuai protokol.

“Kita harus buktikan kepada users di luar negeri bahwa PMI yang kita kirim itu sudah diperiksa kesehatan melalui Swab-PCR di samping  jaminan akan sertifikasi keahliannya.  Saya minta kepada pengurus baru agar serius mengurus soal ini karena kita punya  kewajiban untuk menjawab pesan Presiden Jokowi untuk menempatkan PMI yang berkualitas ke mancanegara,” ujar Ketua Apjati baru yang terilipih, Ayub Umar Basalamah di Gedung Apjati, Jakarta, Selasa (15/12/2020).

Pidato Ketua Umum Apjati bertema “Pekerja Migran Indonesia Harus Mampu Memenuhi Pasar Kerja Global” pada pelantikan Pengurus DPP Apjati Periode 2020-2024, Ayub pertama-tama mengajak pengurus untuk memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala karunia dan nikmatnya sehingga dengan izin0Nya pada hari ini kita dapat bertemu bersama – sama dalam keadaan sehat wal’afiat.

“Kami ucapkan terima kasih atas kesediaan Bapak dan Ibu serta para tamu undangan yang telah berkenan hadir pada acara Pelantikan Pengurus DPP APJATI Periode 2020-2024 di Gedung APJATI ini,” ujarnya.

Ayub menjelaskan, bahwa saat ini diakui semakin banyaknya negara sumber pekerja migran berlomba-lomba menempatkan pekerja migran ke negara Pengguna. APJATI perlu mendorong kepada seluruh P3MI Anggota APJATI untuk mencari pasar kerja Internasional.

Pandemi Covid-19, katanya,  telah memberikan pelajaran berharga dan memaksa untuk mengembangkan cara-cara baru, membangun norma-norma baru, membangun standar kebaikan dan kepatutan yang baru untuk bagaimana menempatkan PMI sesuai dengan protocol kesehatan.

Karena itu, dengan telah dilaksanakannya Pelantikan Pengurus DPP APJATI, maka menjadi tanggung jawab kita untuk melaksanakan hasil keputusan MUNAS APJATI 2020 di Bandung.

Ayub mengingatkan, bahwa pidato Presiden pada acara MUNAS APJATI yang mengatakan di masa pandemic pemerintah akan membuka peluang-peluang kerja di Luar Negeri, oleh karenanya DPP APJATI harus meraih peluang tersebut untuk kepentingan P3MI dan Perlindungan PMI serta APJATI juga mempunyai komitmen untuk mendukung langkah pemerintah dalam mensukseskan program–program kerja yang berkeadilan dan mengangkat harkat martabat bangsa.

Ketum Apjati menambahkan, bahwa pesan Presiden Jokowi ini perlu sikapi dengan langkah-langkaj konkrit guna mencapai apa yang kita inginkan.  Diceritakannya, bahwa paska Munas, banyak Kementrian dan Lembaga yang ditemuinya  meminta agar pidato Presiden ditindaklanjuti.

“Anda bukan cuma pengurus tetapi merupakan bagian penting dari upaya memajukan Apjati.” gugahnya.

Ayub menejelaskan, Apjati juga telah mengembangkan pola baru dalam mensosialisasikan peluang PMI di luar negeri sesuai dengan UU No. 18 Tahun 2017 yaitu melalui pemebantukan PT. BUMI bekerjasama dengan dinas tenaga kerja di daerah.

“Kita tidak bisa merekrut PMI seperti kemaren. Kita harus libatkan PMI dari Disnaker daerah untuk mendapat PMI. PT Bumi adalah sarana pemberi dan pencari kerja. PT Bumi siap membesarkan anda sekalian,” ujarnya.

Dalam hal perekrutan, lanjut Ayub, negara Saudi merupakan satu-satunya negara yang dalam hal perekrutan telah mengikuti standar yang ditetapkan UU No. 18 Tahun 2017 yaitu melalui satu lembaga atau satu Kanal.

“Kita berharap ke depan pola-pola Satu Kanal ini bisa diaplikasikan ke negara-negara lain. Ini merupakan tantagan DPP Apjati baru untuk mewujudkannya. Alhamdulillah, Apjati juga kami sudah memiliki sistem komunikasi (Sisco) yang canggih terkoneksi dengan Kementrian/ Lembaga dan mitra swasta dalam dan luar negeri,” imbuhnya.

Tambahan, kata Ayub, sebagai Ketum,  saya dan Sekjen akan mendorong pemerintah agar membuat kebijakan yang terus memudahkan tata kelola penempatan dan pelindungan PMI.

Ke depan, APJATI juga ada rencana untuk membuka membuka divisi kesehatan. Ini sangat dimungkinkan karena banyak anggota kita yang sudah memiliki sarana kesehatan yang mumpuni. Termasuk lembaga baru yang kita buat saat ini yaitu lembaga Sertifikasi.  Jadi, kita punya konsep ke depan untuk mengembangkan Apjati menjadi semacam Holding,” pungkasnya. (Zul)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *