Dukung Penempatan PMI Terampil Profesional, BP2MI Fasilitasi MoU Binawan Inti Utama dengan National Ambulance UEA

  • Whatsapp

Jakarta, Apjatinews.id – Sebagai rangkaian Indonesia – United Arab Emirates (Uni Emirat Arab) Week di Indonesia, PT Binawan Inti Utama dan National Ambulance UEA menandatangani Nota Kesepahaman (Partnership MoU).

MoU ini berisi kesepakatan pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) tenaga perawat yang terampil dan profesional ke UEA yang ditandatangani di Aula BP2MI, Jakarta, Selasa (15/12).

Hadir langsung dalam acara ini Duta Besar Uni Emirat Arab Emirates untuk Republik Indonesia, His Excellency Abdullah Salem Obeid Al Dhaheri; Duta Besar Republik Indonesia untuk Uni Emirat Arab, Husin Bagis; Chairman National Ambulance, Hussain Ahmed Ali Naser Alharthi; Presiden Direktur Binawan Inti Utama, Said Saleh Alwaini; dan Sekretaris Utama BP2MI, Tatang Budi Utama Razak.

Dikutip dari laman bp2mi.go.id, secara virtual, Kepala BP2MI  Benny Rhamdani menyampaikan, bahwa acara ini memiliki makna strategis dan InsyaAllah memberikan kemanfaatan bagi pelindungan Pekerja Migran Indonesia terutama yang bekerja di negara Uni Emirat Arab. 

“Uni Emirat Arab merupakan salah satu mitra kerja sama pemerintah Indonesia dalam beragam bidang dan menjadi salah satu negara yang memiliki hubungan bilateral yang sangat erat dengan pemerintah Indonesia. Sebagaimana kita ketahui bersama, setidaknya dalam masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo, Pemerintah telah menandatangani 5 perjanjian kerja sama yang ditandatangani langsung antara Presiden Joko Widodo dan Putra Mahkota Uni Emirat Arab, Bapak Mohammed Bin Zayed serta 11 kerja sama lainnya antara pelaku usaha di kedua negara. Bahkan Uni Emirat Arab menjadi negara yang memiliki investasi terbesar dari Timur Timur, dengan total investasi sebesar 69,7 juta US Amerika atau setara 988 triliun rupiah,” ungkap Benny.

Ditambahkan Benny, inisiatif kerja sama antara PT Binawan dan National Ambulance ini harus dimaknai dalam konteks pelindungan PMI.

“Membangun sinergi yang positif antara berbagai unsur dan elemen dari berbagai pihak sangatlah penting karena Pemerintah, dalam hal ini BP2MI, sangat menyadari bahwa kami memiliki keterbatasan, sehingga kemitraan baik dengan negara-negara mitra, dengan entitas usaha dan entitas pelayanan sosial sangat dibutuhkan untuk mewujudkan pelindungan PMI,” jelas Benny.

Kepala BP2MI berharap, MoU ini ke depannya akan ditindaklanjuti dalam Perjanjian Kerja Sama yang lebih teknis. Sehingga dapat beroperasional dan sesuai dengan kebutuhan dan terasa nyata dampaknya bagi PMI.

Sekretaris Utama BP2MI, Tatang Budie Utama Razak menyampaikan, BP2MI memfasilitasi kegiatan ini sebagai wujud bahwa BP2MI berfokus dalam menempatkan PMI terampil profesional, sekaligus mengapresiasi seluruh instansi terkait.

“Kami juga mengapresiasi Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Uni Emirat Arab karena telah berhasil menjalin relasi yang baik dengan pihak UEA, sehingga acara ini dapat terselenggara,” ujar Tatang. (Red)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *