Aksi Nyata Perangi Sindikat, BP2MI Selamatkan 11 Calon Pekerja Migran Korban TPPO

  • Whatsapp

Tangerang, Apjatinews.id – Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) kembali menyelamatkan sebanyak 11 calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) dari upaya tindak pidana perdagangan orang (TPPO)  di Tangerang, Banten, Kamis 25/2/2020.

Kepala BP2MI Benny Rhamdani menyatakan, sebanyak 11 CPMI telah berhasil diselamatkan oleh BP2MI bekerjasama dengan Polda Banten.

“Ini upaya nyata dari aksi pemberantasan sindikat dan upaya nyata yang dilaksanakan BP2MI untuk menyelamatkan korban dari upaya tindak pidana perdagangan orang,” jelas Benny di Jakarta.  

Benny mengatakan, sebelumnya BP2MI menerima  pengaduan dari  masyarakat perihal adanya tempat yang diduga dijadikan penampungan CPMI Ilegal atau non prosedural di wilayah Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten.

“Informasi kami terima  Kamis, 25 Februari 2021, sekitar pukul 14.20 WIB, melalui Kepala UPT BP2MI Serang bahwa ada tempat penampungan yang diduga ilegal. Kemudian petugas langsung menindaklanjuti tempat tersebut,” jelasnya

Berangkat dari keterangan tersebut, sambung Benny,  petugas BP2MI melakukan inspeksi ke dalam gedung, yang dikunci oleh seorang penjaga yang bernama Adum. Sebelumnya Adum enggan untuk membuka ruko tersebut dengan dalil  menunggu persetujuan Bos-nya. Namun, dengan desakan petugas, tanpa halangan berarti akhirnya pintu dibuka juga.

“Di mana di lantai dua  gedung terdapat 11 orang perempuan yang ketika di tanya petugas, mereka menjawab bahwa ingin jadi PMI  di Timur Tengah,” ujar Benny.

Setelah dilakukan penelusuran, lanjut Benny, diketahui bahwa patut diduga telah terjadi aktivitas pemberangkatan CPMI ilegal atau non prosedural.  “Karena disebutkan biasanya disini hanya jadi tempat transit saja, untuk medical, lalu dibawa para CPMI dibawa ke Condet Jakarta  sebelum diberangkatkan,” ujarnya.

Kepala UPT BP2MI Serang, Lismia Elita mengatakan, setelah melakukan  koordinasi dengan Polda Banten perihal kondisi lapangan, lalu diambil langkah kepada 11 perempuan yang diduga CPMI nonprosedural tujuan negara penempatan  Timteng dibawa ke P4TKI Tangerang untuk dilakukan pendataan.

“Setelah tiba P4TKI Tangerang sekitar pukul 18.00 WIB, diberikan mereka diberikan arahan, dan selanjutnya dilakukan penanganan oleh Polda Banten, termasuk dokumen-dokumen yang ditemukan di lokasi. Namun,  tidak ada Paspor dan Tiket, hanya dokumen-dokumen  photocopy KK dan KTP yg ada pd PMI,” katanya.

Lismia mengatakan, selanjutnya sudah dilakukan koordinasi UPT BP2MI  Jakarta, apabila diperlukan para CPMI akan di bawa ke Shelter UPT BP2MI Jakarta untuk diinapkan dan dilakukan tindaklanjut lainnya sesuai kebutuhan penegakan hukum. (Red).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *