Apjati Apresiasi Bareskrim Bongkar Perekrutan PMI Nonprosedural di Apartemen Duren Sawit

  • Whatsapp

Jakarta, Apjatinews.id – Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati] mengapresiasi upaya Bareskrim Polri yang telah membongkar sindikat perdagangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Nonrosedural ke Turki di sebuah apartemen di Duren Sawit, Jakarta Timur. Dalam penangkapan ini aparat menangkap pria Irak bernama Ismael Ibrahum Khaleel dan agensi penyalur Lies Herlinawati.

“Kami apresiasi upaya Bareskrim di bawah pimpinan Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi yang telah membongkar sindikat perdangan PMI ke luar negeri,” ujar Ketua Umum Apjati Ayub Basalamah di Jakarta, Jumat (26/3/2021).

Menurut Ayub, Apjati mengingatkan kepada anggotanya tidak ada kompromi bagi yang terlibat atau turut membantu dibalik sindikat TPPO. Karena itu, dalam waktu dekat Apjati akan beraudensi dengan Polri untuk memberikan informasi dan masuk menyakut jaringan TPPO yang selama ini menyusahkan dan mentelantarkan anak-anak kita.

Ketum Apjati mengharapkan agar Bareskrim bisa setiap malam Minggu dan Minggu malam Senen memantau ke bandara Soekarno-Hatta di mana akan ada banyak korban TPPO yang akan diberangkatkan dengan pesawat Emirat dan Etihad ke Abu Dhabi dan Dubai dengan visa wisata tanpa dukumen perjalanan lengkap misal tiket Pulang-Pergi, hotel dan uang yang cukup sebagaimana laykanya turis.

“Kami yakin bahwa airport Cengkareng bisa dijadikan skala prioritas dalam pemberantasan TPPO dan juga tentunya pihak-pihak yang terkait seperti medical chek up dan penerbangan yang dengan sengaja membantu penempatan PMI unprosedural dengan segala alasannya,” paparnya.

Ketum Apjati yakin banyak pihak yang terkait yang bisa diduga terlibat dan ditersangkakan. Apa yang disampaikan Kepala BP2MI Pak Benny, bahwa bisnis perdagangan orang mempunyai nilai yang fantastik.

Ayub menambahkan, prediksi hari ini visa yang bererdar ribuan tanpa prosedur yang benar. Ini benar-benar membuat bangsa kita menjadi darurat TPPO. Anak-anak kita menjadi mangsa empuk bagi beberapa glintir orang yang bermain dibelakang semua ini.

Kepada masyarakat, Ayub meminta agar jika ada rumah yang di sewa untuk menjadi penampungan tidak resmi harap segera melapor ke RT/ RW/ Kepala Desa dan Polsek terdekat atau Polres. Bahkan tidak usah segan-segan lansung menghubungi Polda atau Mabes Polri.

“Penempatan PMI unprosudural atau ileagal harus dijadikan musuh kita bersama. Jika tidak, maka akan banyak anak-anak kita yang menjadi korban di luar negeri oleh sindikat-sindikat yang tidak bertanggung jawab,” imbuhnya.

Terkait aspek pidananya, Ayub menegaskan minta dituntut seberat beratnya sesuai hukum yg berlaku. (Zul)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *