Kepala BP2MI: Tanamkan Ideologi Pancasila, dan Perkuat Prinsip Melayani PMI

  • Whatsapp

Mataram, Apjatinews.id – Masih dalam rangkaian Sosialisasi UU 18/2017 di Nusa Tenggara Barat (NTB), Kepala BP2MI, Benny Rhamdani hadir memberikan pembinaan bagi para pegawai Unit Pelaksana Teknis (UPT) BP2MI Mataram, di Aula Kantor UPT BP2MI Mataram, Ampenan, Rabu (31/3/2021). 

Dalam pembinaan pegawai UPT BP2MI kembalibKepala BP2MI menegaskan untuk melakukan tindakan tegas dan keras bila ada yang menyebarluaskan ideologi selain ideologi Pancasila.

“Ideologi Pancasila adalah final dan tidak boleh ada upaya siapapun, apalagi ASN untuk menggantikan dengan ideologi lain,” tegas Benny.

Di depan jajaran UPT BP2MI menyampaikan terima kasih atas kerja-kerja penyiapan Rapat Koordinasi Terbatas Sosialisasi UU 18/2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia di Kantor Gubernur NTB, Selasa (30/3/2021) kemarin. 

“Transformasi Undang-Undang tentang pelindungan PMI menuntut setiap kita untuk berbenah. Mengubah mindset dan paradigma seluruh jajaran BP2MI, baik di Pusat maupun di Daerah. Adanya perubahan SOTK, bertambahnya wewenang kerja, serta perubahan tata kelola, mewajibkan kita tahu dan mengerti sehingga dapat melayani dan melindungi PMI dengan lebih baik,” jelas Benny. 

Benny mengharapkan, paska kegiatan sosialisasi Undang-Undang 18/2017 ini dapat memperkuat sinergi antara BP2MI dengan Pemda NTB, seluruh mitra kerja, serta media di daerah maupun nasional. 

“Terima kasih kepada kalian semua. Saya bangga atas kerja UPT BP2MI Mataram selama 24 jam tak kenal lelah, mulai sari pelayanan, penanganan kepulangan, PMI sakit dan jenazah. Jadi, penting untuk selalu mengekspos kegiatan tersebut sebagai bentuk tanggung jawab kita kepada publik. Sekaligus memberitahukan kepada seluruh mitra kerja, termasuk DPR, tentang kegiatan program BP2MI,” tambah Benny. 

Di tekankan pula oleh Kepala BP2MI bahwa orientasi utama seluruh pegawai BP2MI adalah untuk melayani PMI. 

“Jadi jangan terjebak pada kerja-kerja rutinitas untuk penyerapan anggaran, tapi sejauh mana anggaran itu bisa dimanfaatkan melalui kegiatan bersifat produktif. Harus selalu ada terobosan dalam penanganan-penanganan PMI di lapangan,” kata Benny. 

Kepala UPT BP2MI Mataram, Abri Danar Prabawa, juga turut melaporkan kinerja yang telah dilakukan oleh UPT BP2MI Mataram. 

“Sepanjang tahun 2020 kami telah melakukan pelayanan fasilitasi kepulangan PMI, sebanyak sekitar 16.000 orang, meski saat itu bandara sempat ditutup. Terdata oleh kami, sebab kepulangan PMI terbanyak adalah habis kontrak sebanyak 8478 PMI, cuti kerja 307 PMI, deportasi 76 PMI, pencegahan 67 PMI, jenazah 23, dan PMI sakit sebanyak 6  orang,” tutur Abri Danar. (Red)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *