Sekjen Apjati Dorong Program Perluasan Penempatan PMI

  • Whatsapp

Bogor, Apjatinews.id –  Mengantisipasi permintaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) paska pemulihan ekonomi dunia akibat Covid 19,  Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) perlu menyiapkan diri untuk meningkatan kualitas PMI sekaligus meningkatkan pelindungannya.

“Kita harus pro aktif dan kreatif dalam membantu pemerintah memperluas prospek penempatan PMI ke semua negara penempatan,” ujar Sekjen DPP Apjati Kausar N Tanjung ketika memberikan paparan pada kegiatan Forum Pembekalan Para Calon Atnaker  yang diadakan oleh Kemenaker RI di Bogor, Jumat (30/7/2021). 

Menurut Kausar, sebagai mitra pemerintah, P3MI mendukung gagasan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah pada Senin, 9 November 2020 ketika membuka Rakor Evaluasi Kinerja Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang telah meminta kepada P3MI agar dapat lebih inovatif dan kreatif dalam melakukan perluasan usaha penempatan. Tidak hanya untuk satu wilayah tertentu, tetapi juga mampu mencari peluang pasar kerja bagai PMI di wilayah lainnya, seperti ke wilayah Eropa dan Amerika.

 “Apjati dan P3MI anggotanya, berusaha semaksimal mungkin mencari peluang kerja ke Luar Negeri sesuai dengan fungsinya yang diatur dalam UU No.18 tahun 2017 pasal 52,” imbuhnya.

Apjati dan P3MI anggotanya, lanjutnya,  mempunyai tanggung jawab moril membantu pemerintah dalam menanggulangi angka pengangguran dan angka kemiskinan yang begitu tinggi. Semangkin besar  Peluang kerja yang kami usahakan ke Luar Negeri maka semangkin kecil angka pengangguran di Indonesia dan semangkin kecil angka kemiskinan. Semua ini akan berdampak positif terhadap Pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya pertumbuhan perekonomian pedesaan.

Kausar menambahkan, Apjati dan P3MI anggotanya sekarang berusaha mencari peluang kerja ke negara-negara Eropa seperti Polandia, Romania, Selandia Baru, Jerman dan Amerika. Sudah ada P3MI yang mendapat job-job di negara Eropa khususnya Polandia, namun dalam prakteknya banyak juga kendala dan permasalahan, sehingga pemerintah harus turun tangan dalam mengatur tata niaganya. Selain itu, juga peluang pasar kerja ke China. Kota-kota besar China yang membutuhkan tenaga kerja antara lain Beijing – Chongqing, Shanghai dan Tianjin.

Apjati memahami, bahwa negara-negara  pengguna yang selama ini sudah terbiasa mempekerjakan PMI kita, kami akan jaga dan kami akan tingkatkan kompetensi PMI sehingga membuat negara-negara pengguna tetap ketergantungan dengan PMI kita. Negara-negara pengguna yang selama ini diusahakan oleh P3MI antara lain yaitu Timur Tengah (Arab Saudi, Abudabi, Qatar, Kuwait dll ) dan Asia Pasifik (Brunai, Malaysia, Singapore, Hongkong, Taiwan, Jepang, Korea, dll).

“Dalam menjaga peluang kerja yang sudah ada tersebut diatas, maka kami tidak bisa sendiri. Kami berharap bantuan dari pemerintah khususnya dimasa pandemi ini untuk dimudahkan pengurusan job order baik di sektor Formal maupun di sektor Worker domestik,” pungkas Kausar. (Zul)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *