Hari ini APJATI Lepas Ratusan PMI Ke Taiwan

  • Whatsapp

APJATINEWS.ID – Ratusan pekerja migran Indonesia siang tadi memadati bandara Soekarno – Hatta guna bersiap berangkat ke Taiwan setelah pemerintah Indonesia dan otoritas Taiwan membuka penempatan pekerja ke negara itu sejak 11 November 2021. PMI yang berangkat pada Selasa (23/11/2021) merupakan bagian dari kuota 1,700 PMI yang diberikan otoritas Taiwan untuk bekerja di negaranya pada penempatan tahap pertama.

Terhitung mulai Kamis (11/11/2011) otoritas Taiwan resmi menerima kembali penempatan pekerja migran dari Indonesia. Setelah sejak Desember 2020 Taiwan menutup bagi kedatangan pekerja asing karena pandemic Covid-19.

Tahap pertama Taiwan akan menerima penempatan 1700 orang PMI, masing-masing 850 orang sektor formal dan sektor domestik. Setelah pihak Indonesia telah menyelesaikan persiapan pencegahan pandemi.

Untuk gelombang pertama, Taiwan memberikan waktu keberangkatan PMI dari 11 hingga 23 November 2021.

Dikutip dari laman nakeronline.com, Ketua Umum APJATI, Ayub Basalamah dihubungi di kantornya, Selasa (23/11) menyebutkan, para PMI yang berangkat ke Taiwan pada tahap pertama ini dipastikan telah melaksanakan protokol kesehatan secara ketat sesuai standar operasi prosedur (SOP) yang ditetapkan dalam SK Dirjen Binapenta dan PPK,Kementerian Ketenagakerjaan.

SOP diterbitkan Dirjen Binapenta dan PKK No3782/PK02.01/IX/2021 Tentang Standar SOP Penyenlenggaraan Layanan dan Perlindungan PMI pada BLKLN atau Lembaga Pelatihan Kerja Luar Negeri dan Asrama untuk Pelaksana Pelatihan pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru.

SK Dirjen Binapenta dan PKK No 3783/PK02.01/IX/2021 Tentang SOP Penyelenggaraan Layanan dan Pelindungan PMI pada Perusahaan Penempatan PMI (P3MI) pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru.

“Alhamdulillah, semua PMI yang di karantina selama 7 hari sebelum berangkat, semuanya negatif setelah dilakukan tes kesehatan swap, sehingga semuanya bisa berangkat,” tutur Ayub.

Dengan lancarnya pemberangkatan gelombang pertama ini menjadi modal pelaksanaan persiapan pemberangkaran untuk tahap berikutnya. Menurut Ayub Basalamah, SOP Kemenaker ini bisa menjadi role model bagi penempatan PMI ke negara – negara lain.

Dijelaskannya, PMI yang berangkat ke Taiwan ini adalah bagian dari 6. 000 PMI yang telah lengkap dokumennya namun tertunda keberangkatannya karena terjadi pandemi Covid-19 secara global. Sebelum pandemi, 6.000 PMI sudah memiliki visa, telah mengikuti orientasi pra pemberangkatan dan lengkap dokumen lainya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *