Ketua Divisi Taiwan APJATI Yhonny Senang Akhirnya PMI Bisa Kerja ke Taiwan

  • Whatsapp

APJATINEWS.ID – Ketua Divisi Taiwan APJATI Yhonny yang mengawal proses keberangkatan dari PMI dari hotel hingga bandara, menyatakan kegembiraanya melihat betapa bahagianya para PMI yang siap – siap terbang ke Taiwan.

Yhonny menjelaskan, tenggang waktu yang diberikan otoritas Taiwan dari 11 – 23 November dirasakan cukup tepat. Sebab para PMI yang berangkat pada 23 November masih akan menjalani karantina di hotel – hotel di Taiwan diperkirakan sampai minggu kedua Desember . Nah, setelah itu diperkirakan ribuan orang Taiwan dari berbagai negara akan pulang kampung merayakan imlek dan mereka akan mengisi hotel – hotel yang ditinggalkan PMI untuk melaksanakan karantina, sebelum berkumpul dengan keluarganya.

“Setelah imlek, Yhonny berharap, Taiwan membuka tahap kedua dan seterusnya bagi penempatan PMI ke Taiwan,” ujar Yhonny seperti dikutip dari laman nakeronline.com, Selasa (23/11/2021)

Sementara itu Muhamad Rafif , PMI yang menyampaikan rasa suka citanya sesaat sebelum masuk ke ruang tunggu bandara Soekarno – Hatta. Dia menyampaikan terimakasih pada pemerintah yang telah membuka penempatan ke Taiwan. Hingga dia dan teman – temannya bisa bekerja di Taiwan.

Tadinya dia sempat putus asa karena hampir dua tahun menunggu kepastian pemberangkatan .Kini,bekerja di Taiwan bukan impian lagi di tengah pandemic,tetapi sudah jadi kenyataan.

“Doaian ya, kami – kami agar sehat dan dapat bekerja di Taiwan untuk menjadi penopang ekonomi keluarga kami di kampung”, pintanya .

Dia juga menyampaikan terimakasih pada Apjati yang telah menfasiltasi dan berkoordinasi dengan pihak hotel, rumah sakit dan imigrasi hingga dirinya dan teman – temannya terlayani pra pemberangkatan.

Prosedur Di Taiwan

Dilaporkan dari Taiwan, para PMI yang telah tiba di bandara Taiwan untuk pemberangkatan sebelum tanggal 23 November 2021, setibanya di bandara, mereka disambut para petugas dengan menggunakan pakaian pelindungan kesehatan lengkap.

Langkah ini dimaksudkan melindungi kesehatan para PMI hingga mereka masuk karantina di hotel dan tempat – tempat yang telah ditentukan pemerintah Taiwan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *