KADIN-APJATI Teken MoU Ketenagakerjaan

  • Whatsapp

APJATINEWS.ID, JAKARTA – Memiliki Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tangguh, kompeten dan berkeahlian adalah dambaan semua anak bangsa. Karena itu, semua stake holder terkait penempatan dan pelindungan PMI mempunya peran dan kewajiban yang sama untuk meningkatkan kualitas PMI.

Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) dan dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin Indonesia) sudah lama terlibat dalam diskursus meningkatkan marwah PMI di kancah internasional. Karena itu, guna meningkatkan Kerjasama yang sudah terjalin, KADIN dan APJATI pada Rabu (16/3/2022) mengadakan Nota Kesepahaman Bersama (Memorandum of Understanading/ MoU) tentang “Membangun Kemitraan Strategis, Komunikasi dan Kerjasama Berkelanjutan” dalam hal Ketenagakerjaan.

Hadir menyaksikan MoU KADIN-APJATI, Menaker Ida Fauzi, Ketua Umum KADIN Arsjad Rasyid, P.P dan jajarannya.

Penandatangan MoU di Menara Kadin Indonesia lantai 29, Jalan HR Rasuna Said X-5, Kav 2-3 Kuningan Jakarta Selatan ini dari KADIN diwakili oleh Wakil Ketua Umum Bidang Ketenagakerjaan, Adi Mahfud Wuhadji, dan dari APJATI sedianya akan dilakukan oleh Ketua Umum APJATI, Ayub Basalamah, namun karena sedang berdinas di luar kota diwakili oleh Sekjen APJATI, Kausar Tanjung.

“Alhamdulillah, pada hari ini KADIN dan APJATI telah menandatangani MoU terkait bidang Ketenagakerjaan,” ujar Sekjen APJATI, Kausar Tanjung, dalam kiriman rilis yang diterima redaksi, Rabu.

Menurut Sekjen Apjati, Kausar mengatakan bahwa MoU ini bertujuan untuk menjadi landasan Para Pihak dalam rangka mendorong implementasi pelaksanaan membantun kemitraan strategis, komunikasi dan kerjasama berkelanjutan.

Ruang Lingkupnya, meliputi peran KADIN Indonesia sebagai forum pengarah dan wadah bagi para Pengusaha sebagai mitra Pemerintah dan mitra Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI).

Adapun APJATI sebagai Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia yang dibentuk dari, oleh dan untuk Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia sebagai mitra Pengusaha dan Pemerintah.

Kausar menambahkan, APJATI memang telah diberi mandat oleh KADIN sebagai asosiasi yang mewakili Kadin dalam lingkup Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja lndonesia di Luar Negeri.

MoU KADIN-APJATI ini terdiri dari 11 Pasal Nota Kesepahaman ini berlaku sejak tanggal penandatanganan hingga 24 Februari 2022 hingga beberapa tahun ke depan sesuai kesepakatan dan evaluasi yang dilakukan.

Kausar menjelaskan ada 10 ruang lingkup yang disepakati meliputi:

  1. Melakukan kemitraan dengan Pemerintah Pusat, provinsi, Kab/Kota dan Desa
  2. Menjalin kemitraan dengan perwakilan Indonesia di Luar Negeri baik KBRI, KJRI dan KDEI.
  3. Menjalin komunikasi dengan mitra perwakilan Luar Negeri dan Kedutaan Besar di Indonesia
  4. Menjalin kemitraan dengan Asosiasi maupun perusahaan pengguna pekerja asing khususnya PMI di negara penempatan
  5. Mencari pasar kerja di Luar Negeri yang akan dikerjasamakan dengan P3MI
  6. Melakukan hubungan harmonis dan pembinaan terhadap P3MI
  7. Menjalin kemitraan dengan Polri, TNI, Kejaksaan dan apparat hokum lainnya dalam menanggulangin penempatan PMI Unprosedural
  8. Menjalin kemitraan dengan KADIN Negara Penempatan di Luar Negeri
  9. Menjalin komunikasi aktif dengan pemerhati PMI, ILO,IOM dan Buruh Migran
  10. Membantu pemerintah dalam memberikan masukan – masukan dan rumusan terhadap tata kelola penempatan dan perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI)

Kausar menambahkan, terkait tugas dan tanggungjawab, keduanya menyepakati: 

  1. Mensosialisasikan bentuk kerja sama ini kepada jajarannya di tingkat pusat, propinsi, dan kabupaten/kota;
  2. Memfasilitasi kepada anggotanya untuk kebutuhan data keterwakilan bagi Para Pihak;
  3. Memberikan dukungan sepenuhnya terhadap Kerjasama ini baik di tingkat pusat, propinsi dan kabupaten/kota.
  4. Menyediakan dukungan untuk kegiatan sosialisasi dan/atau pendampingan, dan
  5. Memanfaatkan informasi dan data untuk input kebijakan dan/atau kegiatan.Dalam hal implementasi MoU disepakati bahwa, dari KADIN Indonesia adalah seorang Direktur Eksekutif dan dari APJATI adalah seorang Sekretaris Jenderal.

“Kami berharap MoU ini nantinya bisa memperkuat marwah PMI baik di dalam maupun di luar negeri. Semoga ini menjadi momentum kita menyambut endemi dengan semangat untuk melakukan percepatan pemulihan ekonomi nasional melalui penempatan PMI yang bermartabat,” harap Kausar.***

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *